Blogger templates

Minggu, 09 Maret 2014

Timnas U19 Diyakini Lolos Ke Piala Dunia U20 Selandia Baru

evan dimas timnas indonesia u19 2
Timnas Indonesia U19 diyakini akan lolos ke Piala Dunia U20. Optimisme tersebut disuarakan oleh pelatih tim Garuda Jaya, Indra Sjafri. Bahkan, Indra Sjafri sudah melihat sinyal ke arah sana meskipun Evan Dimas dan kawan-kawan harus bertarung di Piala Asia U19 terlebih dahulu.
“Saya sangat optimistis kami bisa berkompetisi di Piala Dunia U20 karena tanda-tanda ke sana sudah ada. Sejauh ini, saya sudah siapkan program untuk bersaing di Piala Asia U19,” tandas Indra Sjafri belum lama ini.
“Ke depan untuk goal pribadi tentu saya berkeinginan sekali Timnas U19 kita lolos ke Piala Dunia (U20) karena dampaknya tidak akan hanya kepada kita saja, tapi timnas yang lain. Bayangkan jika masyarakat mendukung dan menonton sepakbola kita,” lanjutnya.
Indra Sjafri menegaskan keyakinannya karena ia menilai bahwa tim Garuda Jaya saat ini telah menjadi yang terbaik di kawasan Asia Tenggara. Jika dikelola dengan lebih baik lagi, Indra Sjafri percaya Indonesia akan mampu berbicara banyak di tingkat dunia.
“Dulu Indonesia tidak mau hebat. Namun sekarang Indonesia sudah menjadi hebat berkat sedikit memperbaiki masalah. Saat ini, Indonesia sudah menjadi yang terbaik di kawasan Asia Tenggara,” papar Indra Sjafri.
“Saya hanya menjalankan yang saya perlu lakukan. Kami hanya berusaha memberikan yang terbaik dalam menjalankan program periodisasi latihan,” pungkasnya.

Sabtu, 08 Maret 2014

Tontowi/Liliyana ke Final,Berpotensi Meraih Hattrick di ALL ENGLAND?

tontowi liliyana-peluang hattrick all england
Kesuksesan pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi/Liliyana melaju ke ajang final All England Badminton 2014 membuka peluang hattrick. Owi dan Butet pernah meraihnya pada tahun 2012 dan 2013. Di tahun ini, jika mereka mengulang sukses yang sama, pasangan ini akan menorehkan catatan baru lagi.
Sabtu (08/03/14) kemarin, Tontowi/Liliyana berhadapan dengan Ko Sung Hyun/Kim Ha Na dalam perebutan tiket ke final. Bermodal mental yang kuat di ajang ini, Tontowi/Liliyana menaklukkan lawannya dengan mudah. Mereka menutup perlawanan Ko Sung Hyun/Kim Ha Na dengan angka 21-13, 21-11.
Kesuksesan Tontowi/Liliyana mempertemukan mereka dengan Zhang/Zhao yang pernah menjadi lawannya di partai final All England tahun lalu. Owi dan Butet tentu mempunyai modal lebih untuk menaklukkan Zhang/Zhao. Terlebih di tahun lalu, mereka mengakhiri gim hanya dengan dua set saja, 21-13, 21-17.
Sedikit mereview perjalanan Tontowi/Liliyana di ajang All England, ini adalah kali ketiga mereka masuk di fase final. Pada tahun 2012, Tontowi/Liliyana mengunci gelar di sektor ganda campuran. Hasil ini sekaligus mengakhiri penantian gelar ganda campuran di ajang All England selama 33 tahun. Sebelum mereka, Indonesia pernah meraih gelar di ganda campuran All England pada tahun 1979 lewat pasangan Christian Hadinata dan Imelda Wiguna.
tontowii liliyana-hattrick all england
Setahun berikutnya, Tontowi/Liliyana ditantang Zhang Nan/Zhao Yunlei. Mereka mempunyai beban untuk mempertahankan juara, hasilnya, Tontowi/Liliyana sukses membawa pulang trofi. Tahun ini menjadi perjalanan ketiga bagi mereka, sekaligus membukakan pintu untuk merebut hattrick.
Akankah Tontowi/Liliyana mampu mempertahankan gelar juara dari Zhang/Zhao? Jawabannya ada di partai final All England yang akan berlangsung mulai 19.00 WIB nanti.